Welcome

Kisah Sebelum Attaturk


Saya mau cerita gimana perjuangan konyol saya bisa jadi berangkat ke Turki. Sebenarnya sih, untuk orang yang mampu bolak-balik berlenggang kangkung ke luar negeri, pengalaman saya bukan cerita luar biasa. Pergi Ke Turki, siapa yang belum pernah? Sebagian besar orang sudah pernah mengunjungi negara bersejarah ini. Negara ini adalah salah satu tempat perkembangan peradaban Islam. 

Menurut keluarga dan diri saya pribadi, pengalaman saya harus ditulis dan diingat, karena menurut kami ini adalah kenangan. Yah, namanya juga ndeso.. hehe.. belom pernah pergi ke luar negeri, loh! Yang akan membaca ini mungkin anak cucu saya nanti. Kan lucu kalau mereka bisa bilang 'Ih.. mma norak bisa terbang!", atau "Nenek, dulu pesawatnya masih pakai sayap ya??!" (ceritanya kan jaman cucu saya nanti, pesawat bagaikan kapsul jet! :p)

        Pict From http://t3.gstatic.com/images        
                  
Ceritanya nih, skripsi saya alhamdulillah rampung juga! hehehe! Sekian lama saya berusaha keras mengumpulkan sayap-sayap semangat saya yang mulai patah satu-satu (lebay!). Revisi selesai dan semua urusan selesai atas bantuan dan dukungan banyak orang.
List saya selanjutnya aaa.. daaa.. laah.. bikin proposal untuk sponsor pribadi saya pergi ke Turki! Cek punya cek, sekitar akhir tahun 2010, saya mulai lihat harga tiket satu-persatu maskapai yang bisa membawa sampai Attaturk Airport. Karena jadwal terbang ke Turki adalah bulan Juli, it means High Season! Dimana orang-orang dijagad raya pada berlibur! It means lagiii, harga-harga tiket melambuuuung! Jadi saya harus berjuang kalau memang benar-benar mau ke sana :)


Pict. from http://4.bp.blogspot.com

Ketika Dosen saya Ibu Soraya mendapatkan harga tiket murah dan sudah di booking, saya pribadi belum punya dana sepeserpun.. hiks hiks.. Waktu itu Dosen saya mendapatkan harga sekitar 10 juta PP (pulang-pergi). Whuuusss.. murah loh itu, untuk ukuran dari Indonesia menuju Eropa. Singkat cerita, tiket bookingan tadi dicancel dengan seksama. Karena saya dan Ibu Soraya, sama-sama tidak yakin akan pergi atau tidak.

Saya ingat sekali ketika saya sedang bekerja (liputan), saat itu batre BB saya sudah low, dan hampir OFF signalnya. Tiba-tiba Bu Soraya menghubungi saya. Intinya, saya disuruh pikir-pkir dulu sebelum memutuskan positif beli tiket atau tidak. Huaaaaaaanggg... dalem hati mau nangiiiis! Karena emang saya nggak ada dana buat beli tiket 13 juta!!! Belum lagi ongkos-ongkos untuk kelangsungan hidup selama 9 hari di Turki. Pokoknya, saya bimbang jadi pergi atau tidak. Tapi tekad saya untuk sampai di negeri blue mosque itu, tidak habis sampai di situ. Saat itu yang ada di pikiran saya adalah yang penting usaha dulu sampai poooolll! Hasil itu kan belakangan, urusan Allah. Entah kenapa, kok saya yakin dan kekeuh banget ngerasa harus ke sana. Udah nggak mampu, pede jaya mau ke sana. Kasihan, ya..

Putar-putar otak, akhirnya saya memutuskan untuk membuat proposal sponsor. Dengan sisa-sisa ilmu dari OSIS SMP dan SMA, saya membuat proposal permohonan dana sponsor. Ternyata ilmu organisasi itu berasa banget gunanya ketika sudah jadi alumini. Ada beberapa yang lupa-lupa cara membuat proposal, nggak putus asa, saya tetap googling. Akhirnya selesai, dan saya print proposal itu untuk dikoreksi ibu Soraya. Takut kalau ada kata dan kalimat yang njelimet atau kurang pantas.


Tadaaa..! ini dia covernya.. hehehe

Kurang lebih sekitar sebulan saya bolak-balik untuk merevisi proposal di Bu Soraya. Setelah itu barulah saya berani menyebar proposal itu. Intinya sih, saya bukan mau minta-minta, tapi paling tidak saya ingin ada hubungan simbiosis mutualisme. Saya sebarlah proposal-proposal saya. Dan sama sekali belum ada yang merespon. bulan-bulan terakhir sebelum keberangkatan saya, barulah ada yang merespon. padahal saya mengirimnya segahari sebelum direspon balik oleh pihak sponsor. Wow! Dan saya hanya mengirimkan lewat e-mail tanpa harapan yang besar. Besok malamnya sesudah saya kirim email, saya menerima balasan dari calon sponsor. Lalu kami janjian akan bertemu. Akhirnya beberapa hari setelah janjian, kami bertemu di PIM. Di sana kami berdiskusi dan saya menjelaskan bagaimana saja sistem selama di sana. Dari cara marketing sponsor ini berbicara, sepertinya sudah menandakan setuju. Setelah pertemuan itu kami terus berkirim email dan saya mengirimkan jawaban-jawaban yang ditanyakan oleh PT.Trimoda Uptodate mengenai keterkaitan kegiatan saya dengan produknya. Dan.. alhamdulillah disetujui :) Setelah itu dengan perjuangan bolak-balik ke kampus selama 3 BULAN, akhirnya permohonan sponsor saya di ACC juga loooh oleh kampussss! Alhamdulillah! itu juga dari korps mahasiswanya. Selain dari tabungan saya, saya memperoleh dana dari kemurahan hati keluarga saya :") hehehe
 Saat di Uptodate Bintaro bersama dengan 
Mba Aju Isni Karim dari PT.Trimoda up to date

Rasanya lega campur haru kami bisa memutuskan berangkat. Beberapa minggu kemudian, saya dan Ibu Soraya menukarkan uang rupiah ke mata uang USD dan Euro di Ayumas money changer , Kwitang. Setelah itu kami membeli tiket pesawat, alhamdulillahnya, tiket pesawat kami tidak sampai 13 juta. Setidaknya ada sisa uang untuk tambahan akomodasi. Saya dan bu Soraya berpelukaaaan.. hahahaha lebay ya? Ya iya lah lebay.. orang kita ngerasain banget perjuangannya. Bahkan hampir saya batalkan dan bu Soraya sangat ragu dengan kemampuan saya. Ya saya juga hampil hilang rasa percaya sama diri saya karena memang sudah mepet! Dan saya membayar uang pendaftaran 5 hari sebelum ditutup waktunya! huahaha. karena memang saya baru punya uang saat itu.Bahkan tabungan saya tersisa sedikit sekali saat itu juga, loh (Honestly)

Sebenarnya rasa yakin saya untuk tetap berangkat ke sana adalah karena adanya Bu Soraya yang sudah berkali-kali mengikuti konferensi semacam ini. Beliau Subhanallah cerdasnya dan kecerewetannyalah yang membuat saya semangat (ini bukan hinaan, loh! tapi kenyataan) Maaf ya, buuu, hihihi! Karena kalau beliau tidak cerewet, apa iya saya semangat dan beliau yang push saya untuk segera menyelesaikan skripsi dengan ancaman-ancaman yang sangat berbahaya bagi kelangsungan masa depan saya! hahaha. Kalau boleh saya bilang, beliau banyak berjasa pada perkembangan diri saya untuk mau belajar dan belajar. Saya keras kepala, beliau juga orang yang keras tapi sangat keibuan. Berbicara dengan Bu Soraya soal skripsi dan Turki, sama seperti bicara dengan mama dan uwa saya yang beda-beda tipiiiisss cerewetnya. LOL! Pokoknya terimakasih banyak ya Bu Soraya.. ibu udah seperti tante saya sendiri (FYI soalnya beliau nggak mau dibilang ibu-ibu, jadi aunty aja, deh.. hehehe)

Ini yang namanya Bu Soraya :)

Ucapan terimakasih saya bak di sebuah album. kalau mau dijabarin satu per satu saya mau berterimakasih kepada semua pihak yang benar-benar sangat membantu saya. Terutama dukungan moral. Allah dan Keluarga sudah pasti.. nenek, emak, uwa, tante, om semua. Si pepito dan keluarganya. Teman-teman saya banyak sekali yang baik hati mendukung saya, menemani saya saat saya menunggu di ACC nya sponsor oleh kampus, sampe saya nangis di lobby karena bete yang tidak terbendung. hehehe (its real! saya nggak mau menutup-nutupi kalau saya sempat esmosi jiwa, tapi sudahlah) mereka itu si Kiki item, Fiera, Bayu, innes, Oye dan lain-lain. Sahabat saya si Gocy yang membawakan saya scarf krem dan saya bawa ke Turki, Peluk dulu aahh! :* Sahabat-sahabat saya yang lain Army, Sardot, Dhona, dan semuanya. Dosen saya yang lainnya, club bawah tanah. Lebay banget ya saya daritadi?! Kaya dibawa naik haji aja! hahaha. Bukan ingin terlihat lebay dan berarti, tapi karena ini adalah cita-cita saya :) saya memang sangat penasaran dengan Turki. Setidaknya saya ingin menjadi manusia yang tahu berterimakasih karena telah dibantu untuk pertama kalinya mencapai mimpi saya untuk NAIK PESAWAT dan KE LUAR NEGERI -___- Hahahaha. Meskipun ada beberapa diantara mereka yang tidak saya bawakan mereka oleh-oleh setelah kembali dari Turki, setidaknya saya mengucapkan terimakasih banyak :)

Kayanya saya tidak tahu malu ya dari tadi mengaku dengan bangganya baru pertama kali naik pesawat saat pergi ke Turki itu. Padahal hampir sebagian besar orang sudah bolak-balik "hit the sky" (kalo kata si item) saya bahkan baru merasakan. Buat saya pribadi semangat belajar dan percaya ini harus saya bagi, karena pasti setiap anak manusia memiliki impian dan terkadang impian terbentur dengan tembok kekurangan, yang menghalangi. Siapa tahu bisa jadi motivasi sederhana. Ya itulah kenyataan, dan saya memang tidak malu sama sekali. Atau memang karena saya tidak tahu malu, ya? hehehe!

 




1 comment:

  1. keren baget ceritanya.. Pengalaman yg mengasikan.. Gud Luck n Gud Job

    ReplyDelete